Ini adalah proyek sederhana untuk demo simulasi kontrol atau pengendali nyala lampu TRAFFIC LIGHT menggunakan mikrokontroler jaman waktu itu yang masih didominasi AT80C51 yang murah meriah.

Berikut ini disajikan contoh kecil dari proyek kontrol lampu lalu lintas sederhana dengan mikrokontroler AT89C51 untuk empat kondisi (4 fase/kutub). Contoh proyek ini dapat Anda kembangkan sendiri menjadi tiga lampu lalu lintas dan dua keadaan (fase/kutub). Lampu lalu lintas 4 negara atau empat kutub berarti bahwa satu siklus terdiri dari empat lampu negara. Situasi keadaan nyala lampu yang lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 4.1 untuk lampu output yang digunakan pada port uC AT89C51.

Tabel 4.2  Koneksi wiring PORT ke LAMPU

 
TIMUR:
Port 1.0 = Merah
Port 1.1 = Kuning
Port 1.2 = Hijau
SELATAN: 
Port 1.3 = Merah
Port 1.4 = Kuning
Port 1.5 = Hijau
BARAT:
Port 3.0 = Merah 
Port 3.1 = Kuning
Port 3.2 = Hijau
UTARA:
Port 3.3 = Merah
Port 3.4 = Kuning
Port 3.5 = Hijau

Contoh mudah menyalakan lampu Merah, Kuning dan Hijau di sisi timur jalan melihat gambar .1 untuk sisi lain sama konsepnya.

CATATAN:

Jika driver ke lampu terlalu sensitif maka pasanglah resistor di kaki basis dihubungkan ke ground (pull down).

Gambar 1. Rangkaian driver ke lampu

Gambar 2. Arah pergerakan keadaan nyala lampu dari satu sisi (arah mata angin/timur) ke sisi lain

Untuk menyalakan lampu, mikrokontroler mengirimkan sinyal logita tinggi ke port yang terkait. Di sini lampu nyala memerlukan input tinggi untuk men-driver lampu, karena desain driver seperti pada gambar 4.1, mula awal transistor dalam keadaan off, jika ada sinyal HIGH di kaki basis maka transistor akan ON men switch LAMPU, sehingga lampi akan menyala.

Besarnya arus basis IB adalah:

IB = (Vport-Vbe) / 4,7 k ohm               (Ampere)


Arus ini cukup untuk membuat transistor yang bekerja akan jenuh sehingga arus LED dari VCC:


         IC = (Vcc-VLED) / 560 ohm         (Ampere)

PROGRAMNYA

Suppose we want a green light east (HT) and all the other red, send data to port 1 = 0CH and port3 = 09H (00001001b)
So that the program is written as follows, for the sake of convenience delay is not counted in minutes that precision. If you want more detailed reference clock can be used by programmers at uC timer.

Misalnya kita ingin menyalakan HIJAU TIMUR dan arah lain semua MERAH, maka kita kirim ke PORT1 = 0Ch (00001100b) dan PORT3 = 09h (00001001b). Maka program kita buat seperti pada program di bawah. Untuk delay per keadaan kita buat secara sederhan menggunakan sub delay counter saja. Untuk delay yang presisi dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan fungsi timer.

;-----------------------------------
; PROGRAM TRAFFIC LIGHT

; By : Arif Johar Taufiq

; http://guru.technosains.com
;-----------------------------------
     ORG 00H
     LJMP K1
     ORG 100H
K1:  MOV P1,#09H ; MERAH SEMUA
     MOV P3,#09H
     ACALL TUNDA
K2:  MOV P1,#0CH 
     MOV P3,#09H
     ACALL TUNDA
K3:  MOV P1,#0EH 
     MOV P3,#09H
     ACALL TUNDA
K4:  MOV P1,#09H 
     MOV P3,#09H
     ACALL TUNDA
K5:  MOV P1,#21H 
     MOV P3,#09H
     ACALL TUNDA
K6:  MOV P1,#31H 
     MOV P3,#09H
     ACALL TUNDA
K7:  MOV P1,#09H 
     MOV P3,#09H
     ACALL TUNDA
K8:  MOV P1,#09H 
     MOV P3,#0CH
     ACALL TUNDA
K9:  MOV P1,#09H 
     MOV P3,#0EH
     ACALL TUNDA
K10: MOV P1,#09H 
     MOV P3,#09H
     ACALL TUNDA
K11: MOV P1,#09H 
     MOV P3,#21H
     ACALL TUNDA
K12: MOV P1,#09H 
     MOV P3,#31H
     ACALL TUNDA
     LJMP K1
TUNDA:  MOV R7,#00H
ULANG2: MOV R6,#00H
ULANG1: MOV R5,#00H
ULANG:  INC R5
        CJNE R5,#02H,ULANG
        INC R6
        CJNE R6,#02H,ULANG1
        INC R7
        CJNE R7,#02H,ULANG2
        RET
        END

 

Agar lebih terstruktur dan kelihatan rapi maka kita buat program di atas menjadi program di bawah ini:

;==============================================================;
; PROGRAM SIMULASI LAMPU LALULINTAS ;
; by: ARIF JOHAR TAUFIQ ;

; http://guru.technosains.com
;==============================================================;
; POSOSI LAMPU: ;
; ;
;                    BARAT ;
;                  H (P1.2) ;
;                  K (P1.1) ;
;                  M (P1.0) ;
; ;
; SEL H     K      M          M     K       H UTARA ;
; (P3.6) (P3.5) (P3.4)     (P3.0) (P3.1) (P3.2) ;
; ;
;                  M (P1.4) ;
;                  K (P1.5) ;
;                  H (P1.6) ;
;                    TIMUR ;
;==============================================================;


TD_RED      EQU 03H ;waktu tunda merah 3 dtk //dapat diubah 
TD_GREEN    EQU 05H ;waktu tunda hijau 5 dtk //dapat diubah 
TD_YELLOW   EQU 02H ;waktu tunda kuning 2 dtk //dapat diubah 

            ORG 00H
            LJMP AWAL

;==================
;LAMPU BARAT
;==================

           ORG 100H
AWAL:      MOV R2,#00H
BARAT_1:   ACALL ALL_RED ; semua MERAH
           MOV A,#00H
AA:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_RED,AA 

BARAT_2:   MOV P1,#14H ; hijau barat
           MOV P3,#11H
           MOV A,#00H
BB:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_GREEN,BB 

BARAT_3:   MOV P1,#12H ; kuning barat
           MOV P3,#11H
           MOV A,#00H
CC:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_YELLOW,CC 

;==================
; LAMPU UTARA
;==================
UTARA_1:   ACALL ALL_RED ;semua merah
           MOV A,#00H
DD:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_RED,DD

UTARA_2:   MOV P1,#11H ;hijau utara
           MOV P3,#14H
           MOV A,#00H
EE:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_GREEN,EE

UTATA_3:   MOV P1,#11H ;kuning utara
           MOV P3,#12H
           MOV A,#00H
FF:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_YELLOW,FF

;=================
; LAMPU TIMUR
;=================

TIMUR_1:   ACALL ALL_RED ;semua merah
           MOV A,#00H
GG:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_RED,GG
TIMUR_2:   MOV P1,#41H ;hijau timur
           MOV P3,#11H
           MOV A,#00H
HH:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_GREEN,HH
TIMUR_3:   MOV P1,#21H ;kuning timur
           MOV P3,#11H
           MOV A,#00H
II:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_YELLOW,II
 

;==================
; LAMPU SELATAN
;==================

SELATAN_1: ACALL ALL_RED ;semua merah
           MOV A,#00H
JJ:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_RED,JJ

SELATAN_2: MOV P1,#11H ;hijau selatan
           MOV P3,#41H
           MOV A,#00H
KK:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_GREEN,KK

SELATAN_3: MOV P1,#11H ;kuning selatan
           MOV P3,#21H
           MOV A,#00
LL:        ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#TD_YELLOW,LL
           INC R2
           CJNE R2,#03H,MAJU
           SJMP SUS
MAJU:      LJMP BARAT_1
SUS:       MOV A,#00H
RENE:      ACALL ALL_OFF
           ACALL TUNDA
           ACALL ALL_YL
           ACALL TUNDA
           INC A
           CJNE A,#05,RENE
           LJMP AWAL


;======================
; PROSEDUR SEMUA MERAH
;======================
ALL_RED:  MOV P1,#11H
          MOV P3,#11H
          RET

;=======================
; PROSEDUR SEMUA KUNING
;=======================
ALL_YL:   MOV P1,#22H
          MOV P3,#22H
          RET

;=======================
; PROSEDUR SEMUA MATI
;=======================
ALL_OFF:  MOV P1,#00H
          MOV P3,#00H
          RET


;======================
; PROSEDUR TUNDA ; 1 detik xtal 12mhz
;======================
TUNDA:  MOV R1,#00H
WIH:    MOV R0,#0h 
LAGI:   MOV TMOD,#01h
        MOV TH0,#0D8h
        MOV TL0,#0EFh
SETB    TR0
ULANG:  JBC TF0,HITUNG
        SJMP ULANG
HITUNG: INC R0
        CJNE R0,#050h,LAGI
        INC R1
        CJNE R1,#02H,WIH
        RET

By Arif Johar Taufiq

Demam hot spot dan Laptop akhir-akhir ini membuat temen-temen netter  memburu sinyal wifi agar dapat berinternet ria. Berbagai cara  ditempuh  untuk mendapatkan sinyal WIFI termasuk dengan cara membuat antena Wajan Bolic, Can antenna, dan sebagainya.Sudah banyak diulas tentang cara membuat wajanbolic dan antena kaleng, dsb dan banyak yang berhasil termasuk yang saya buat sendiri. Tetapi banyak permasalahan yang muncul adalah membuat kabel perpanjangan USB WIFI agar dapat dipasang pada ketinggian yg cukup dan sering kurang berhasil

 

Berikut ini laporan hasil uji coba pembuatan kabel extender untuk USB WIFI

Perangkat PC yang saya digunakan:

  1. Komputeri: Motherboard Asrock P4i65GV, VGA onboard, Processor P4 2,8EGhz, RAM 512MB, HD 40MB
  2. USB WIFI TP-LINK 321
  3. Kabel UTP Belden CAT-5 panjang 15-20m

Alat

  1. Solder
  2. Isolasi biasa, Isolasi Rubber Scot 3M
  3. Multimeter
  4. Glue Gun
  5. Terminal USB male/female dari kabel perpanjangan flashdisk, dikupas diambil terminalnya saja.

Metode

a. Koneksi menurut aturan Pak Goen atau Pak Onno dan diinject tegangan +5volt, kabel sepanjang 15-20m

    Hasil: sempat terdeteksi tapi kadang tidak terdeteksi dan USB harus disetting ke versi 1.

   Catatan: hati-hati kalau mau inject tegangan, jangan lupa kabel dari USB PC bagian +VCC harus dipotong

   jangan sampai nyambung dengan tegangan inject yang 12V dari PSU CPU

b. penyambungan 4 kabel->(+vcc), 2 kabel->(-VCC), 1 kabel->(+data), 1 kabel->(-data) panjang kabel 15m

    Hasil: kadang jadi kadang tidak, dan BIOS USB harus disetting versi 1.0/ 1.1

c. penyambungan 2 kabel->(+vcc), 2 kabel-> (-VCC), 2 kabel->(+data), 2 kabel->(-data) panjang kabel 15m

   Hasil: kadang jadi kadang tidak, dan BIOS USB harus disetting versi 1.0/ 1.1

d. penyambungan 2 kabel->(+VCC), 2 kabel->(-VCC),1 kabel->(+data),1 kabel->(-data),

   2 kabel->(GND Chasing USB) panjang kabel kurang lebih 11m

   Setting USB BIOS tetap pada versi 2 kalo vers 1 hasil percobaan malah tidak bisa terdeteksi.

   Hasil: berhasil langsung terdeteksi baik pakai USD (flashdisk) maupun USB WIFI

 

4. Kesimpulan:

Harus ada kabel untuk GND chasing USB (male dan female-nya)

 

 

5. Saran:

Pakai sambungan cara di bawah ini (lihat tabel 2), setting BIOS USB tetap versi 2.0, tidak usah diinject tegangan,sudah saya coba bisa sampai 15-17m (karena kabelnya terbatas dan sudah yang banyak kepotong-potong he..he..he). Bagi yang mau mencoba sampai 25m ditunggu hasil experimentnya semoga berguna bagi yang lain, kalau terlalu panjang tegangan 5V USB bisa ngedrop coba pakai inject tegangan 12V PSU CPU plus IC LM7805 di atas (Tapi ini bagi yang udah mahir lho, yang masih pemula tidak usah di inject cukup pakai resep hasil ujicoba saya dibawah ini sudah cukup baik hasilnya)

CARA NGETEST BAHWA kabel EXTENDER TELAH BERHASIL:

1. kabel extender +USB wifi -->scanning maka LED USB Wifi akan kelap kelip, atau

2. kabel extender +UFD (flashdisk) merek A-Data atau merek lain --> pakai PC, buka harus bisa copy dan open files.

Untuk nyoba jangan pakai UFD jadul (misal Kingstone 128MB) terdeteksi tapi tidak bisa copy dan open file.

DOWNLOAD DOKUMEN PENUNJANG PROYEK INI

1. Antena wajan bolic bagya     atau  klik-->    

2. Workshop ndeso membuat antena wajanbolic

3. Stepstep membuat antena WIFI kaleng

4. Wifi rancangan

5. Rumus siap pakai dari Pak Onno W Purbo

 

SIAPA aja yang udah nyoba cara ini dan berhasil antara lain:

1.vivi siska

2.Henbob

3.Rohmad

4.gatot150

 

DOKUMEN FOTO-FOTO

 

    

    

 

 

 

By: Arif Johar Taufiq

Ilmu ini adalah oleh-oleh waktu dulukerja di PT. Riau Sakti United Plantation (PT.RSUP-Industry) waktu dikirim untuk mempelajari kelistrikan didepartemen Boiler PT. Pulau Sambu Kuala Enok (sambu grup) dan saat mampirdi departemen listriknya dan ketemu Managernya pada saat itu di bengkel dan ada yang menggulung trafo, jadi catatan di bawah ini semoga bermanfaat:.

Ukuran luas penampang dalam besi keren:

  • lebarpenampang dalam besi = 5 cm
  • panjang penampang dalam besi = 6,5 cm
  • Makaluas penampang dalam besi keren = 5x6,5 = 32,5cm
  • Luasan tersebut merupakan luasan efektif trafo = Leff


Kapasitas trafo:
      (Leff)2 x rugi-rugi dalam trafo = (32,5)2 x 0,64 = 676 VA

Mencari arus primer:
       Arus primer = Kapasitas Trafo/Tegangan primer = 676/220 = 3,1A

Mencari arus sekunder:
      Arus sekunder = Kapasitas Trafo/Tegangan sekunder = 676/24 = 28,2A

Jumlah lilitan per volt:
      Jumlah lilitan per volt = Frek/Leff = 50Hz/32,5 = 1,54 lilitan/volt

SEHINGGA:
Jumlah lilitan total sisi primer:
(input 220V) = 1,54 x 220 = 339 lilit

Jumlah lilitan total sisi sekunder:
(output 24V) = 1,54 x 24 = 37 lilit

 

Gambar 1. Hasil hitungan jumlah lilitan primer dan sekunder

 

Tabel 1. Daftar kemampuan hantar arus listrik

 

By: Arif Johar Taufiq

Antena gamma match merupakan antena 1/2 lamda dengan tambahan matching impedans yang lebih fleksibel pengaturannya (varkapasitor) dengan menggeser geser lewat gamma match/roadnya.

Jenis antena ini pernah saya rakit (th 1994) dan dipakai untuk  pemancar FM dengan hasil bagus pada settingan impedans yang pas. Pengukuran SWR dapat stabil 1:1  cukup kecil, matching impedans sangat pas.

Sayang waktu itu belum ada dokumentasi fotonya,  antena saya pasang vertikal hanya drivennya saja di dalam kamar setinggi 170 cm dengan kabel belden RG 58 dapat mencapai paling tidak -+5 Km (dari wirobrajan Gg.Gatotkoco sampai sekitar alun-alun kraton Yogyakarta) apa lagi jika dipasang di luar rumah dan pada ketinggian yang cukup.

Details:

• Reflector = 1,03 x Driven
• Driven = 1/2 Lamda
• D1 (direction) = 0,94 x Driven
• D2 (direction) = 0,99 x D1
• D3 (direction) = 0,99 x D2
• D4 (direction) = 0,99 x D3
• .....
• gamma match/road = 0,15 x Driven (PGR)
• gamma road to driven element = 0,25x Driven (JGR)

Examples
If our radio transmitter working at 100MHz frequency, so
The Lambda ( l )=> Lambda l = C/f ; C = 3 x108 m/s , f = frequency Hz
l = (3 x 108)/100x106
= 3 m
Driven = (1/2)x 3 m
= 1,5 m

Reflector = 1,03 x 1,5
= 1,545 m

D1= 0,94xDriven
= 0,9 x 1,5m
= 1,35m

D2= 0,99 xD1
= 0,99 x 1,35m
=1,3365 m

D3 = 0,99x D2
= 0,99 x 1,3365m
= 1,323135 m

D4 = 0,99 x D3
= 1,30990365 m

Gamma road = 0,15 x Driven
= 0,15 x 1,5m
= 0,225 m

Gamma road to driven element = 0,025 xDriven
= 0,025 x 1,5m
= 0,0375 m

Subcategories