1 Jenis Sistem PLTS
Pilih topologi sistem yang akan dirancang. Pilihan ini menentukan kebutuhan baterai dan bentuk diagram sistem.
2 Daftar Beban
Masukkan setiap peralatan listrik yang akan disuplai, lalu pilih jenis beban — arahkan kursor ke pilihan pada dropdown untuk melihat contoh:
Resistif lampu, setrika, rice cooker, water heater • Motor kulkas, pompa, AC, mesin cuci (arus start tinggi → margin 2–3×) • Kapasitif laptop, charger, TV, monitor, lampu LED, bank kapasitor PF-correction (beban elektronik/non-linear → margin 1,5×, waspadai PF leading untuk bank kapasitor)
| Nama Peralatan | Daya (W) | Jumlah | Jam/hari | Jenis Beban | Total (W) | Energi (Wh/hari) |
|---|
3 Parameter Baterai
Menentukan tegangan sistem DC, kedalaman pengosongan (DoD), dan hari otonomi (cadangan tanpa sinar matahari).
Spesifikasi Unit Baterai yang Tersedia
4 Panel Surya & Data Lokasi
Data ini menentukan jumlah dan susunan panel surya (Peak Sun Hour = rata-rata jam setara matahari puncak 1000 W/m² per hari di lokasi).
Spesifikasi Modul Panel Surya
5 Estimasi Biaya (opsional)
Isi bila ingin melihat estimasi total biaya sistem dan payback period. Kosongkan (0) bila tidak diperlukan.
Rekapitulasi Beban
Sizing Inverter
Sizing Baterai
Sizing Array Panel Surya
Sizing MPPT / Solar Charge Controller
Kabel & Proteksi (MCB/Breaker)
Ukuran kabel dipilih berdasarkan arus desain (arus nominal × 1,25 sesuai kaidah PUIL/IEC 60364 & IEC 62548 untuk sirkuit PV) terhadap tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA) kabel tembaga berisolasi PVC/XLPE dalam pipa. MCB/breaker dipilih agar ≥ arus desain namun tetap ≤ KHA kabel (breaker melindungi kabel).
Sketsa Diagram Sistem
Diagram dibuat otomatis sesuai hasil perhitungan di atas.